Banyak orang mengakui bahwa mereka baru menemukan rasa syukur atas musibah atau ujian berupa kesulitan di masa lalu, setelah beberapa tahun kemudian.
Saya pribadi pernah mengalami edisi kebangkrutan dari bisnis batubara yang saya jalani, hingga kemudian berdampak 10 tahun setelahnya dalam kondisi minus. Sesuatu yang sangat menyesakkan dada, tetapi menjadi saya syukuri saat ini. Dari sana saya tidak lagi terjebak dalam dosa suap-menyuap, dosa mengakali timbangan, maupun membantu beberapa orang di perusahaan ikut korupsi.
Saya rasa teman-teman juga punya banyak cerita yang sama. Pelajaran dan hikmah baru kita dapatkan belakangan, setelah kita menempuh berbagai macam keadaan sulit yang harus dijalani.
Kepasrahan yang membuka makna
Memang bukan berarti kita mensyukuri jika terjebak dalam ujian. Diperlukan perspektif dalam bentuk surrender — kepasrahan terhadap apa yang menimpa, dan kemudian berusaha sekuatnya untuk menemukan makna.
Orang mengistilahkannya sebagai experience intelligence — kecerdasan pengalaman yang kemudian mengarahkan seseorang kepada wisdom, kebijaksanaan. Karena kebijaksanaan bisa kita dapatkan setelah berhasil melakukan refleksi terhadap pengalaman-pengalaman.
Setiap takdir baik bagi kita
Dalam kajian Islam, ada banyak ayat di Alquran yang menyebutkan hal tersebut. Bisa jadi kita menyukai sesuatu padahal itu buruk bagi kita, atau sebaliknya. Ada pula ayat tentang “Wa huwa khairul lakum” — bahwa setiap takdir, baik maupun buruk, jika kita memilih untuk memaknainya, adalah baik bagi kita.
Takdir Nabi Yusuf — dimasukkan ke sumur oleh saudaranya, atau dijebloskan ke penjara — itu semua baik bagi Nabi Yusuf. Setelah melewati realitas waktu tentunya.
Ini memang mudah diucapkan, tetapi berat difahami dan dilaksanakan. Karena ini tentang aqidah dan keimanan: beriman kepada takdir, beriman kepada semua Nama dan Sifat Allah. Ini adalah ujian tauhid dan aqidah yang sesungguhnya.
Tentu kita berdoa untuk dijauhkan dari segala bala dan marabahaya, dijauhkan dari berbagai keburukan di dunia. Namun jika memang takdir telah terjadi, berarti itu takdir yang baik buat kita — tentunya jika kita mau melihatnya dengan keimanan dan hikmah.
Kita terus belajar tentang rukun iman yang keenam ini.