Tentang Produk Gift Cerita Tulisan Daftar Batch 10
← tulisan
Psikologi 10 Juli 2026 · Arisdiansah

Investasi yang Tidak Pernah Terlambat

“Usia jenengan pinten pak?” (Usia anda berapa), tanya saya kepada driver Maxim yang sudah berusia 69 tahun. Kebetulan beliau yang mengantar kami dari rumah ke pool travel.

“Saya dulu sales marketing mas, lalu pensiun dan mencoba kulineran beberapa kali dan gagal. buat juga bisnis loundry, dan akhirnya karena saya bisa nyopir, ya sudah jadi driver saja”. Kata beliau sambil mengendarai mobilnya. Cukub gesit juga.

Beliau juga bercerita bahwa tidak diterima daftar di Gojek dan Grab karena faktor usia. Dan Alhamdulillah, sudah setahun ini Maxim menerima beliau menjadi driver online.

Respek buat Maxim, karena banyak diluar sana orang2 tua yang masih membutuhkan lapangan kerja.

Memang idealnya orang yang sudah tua itu tidak lagi bekerja seperti sang bapak. Harusnya anak2 yang mencukupinya. Tetapi sering dunia tidak punya pola yang sederhana.

Melihat realitas ini, saya tidak akan mencoba masuk untuk mempertanyakan, “Siapa yang salah?”. Karena memang kalau mau mencari kesalahan, setiap pihak pasti punya andil dalam kesalahan.

Mereka sendiri, anak2nya, karib kerabatnya, bahkan pemerintah juga punya andil kesalahan kenapa orang2 yang berusia sudah tua masih harus berjuang “menyambung nyawa”.

Saya pernah belajar tentang literasi keuangan untuk menyiapkan dana pensiun. Dan kebanyakan materi ini dipelajari oleh orang2 yang hendak pensiun. Dan itu kesalahan besarnya.

Entah disengaja entah tersistem, atau entah memang bagian dari industri, kenapa dari dulu bangsa ini kurang melek literasi keuangan. Kita diajarkan matematika, ilmu ekonomi, ilmu akuntansi, tetapi bukan ilmu tentang perencanaan keuangan. Paling banter cuma diajari semoga, “Hemat/menabung pangkal kaya”.

Kecuali dari banyak keluarga Chinese, kebanyakan orang Indonesia justru diajari mindset “Kalau ga hutang kamu ga bakal punya rumah, mobil, properti, dst dst”.

Sejauh pemahaman saya, harusnya sejak dini anak2 kita melek hal ini. Melek investasi. karena kata “hemat” atau “menabung” itu bukan kata yang seksi untuk didengar. Kita dari kecil sangat jarang mendengar kata “ivestasi”.

Investasi itu modal utamanya ada 2, pertama adalah uang, dan yang paling berharga nilainya itu adalah waktu. Investasi bukanlah trading, yang pingin cepat dapat uang.

Investasi itu tentang salah keajaiban dunia yang orang sebut sebagai “compounding”. Prinsipnya, ambil sebagian dari uang kita (berapapun jumlahnya), buat sistem, lupakan, dan tunggu 10, 20, atau 30 tahun lagi.

Tidak masalah jumlahnya, sesuaikan dengan penghasilan kita, tetapi game ini tentang psikologi. Psikologi untuk mau menahan diri. Psikologi untuk kita yang memberi sesuatu untuk “kita” dimasa yang akan datang.

Memang benar, bahwa kita tidak bisa menjamin usia kita, semua adalah takdir, tetapi Nabi mencontohkan bahwa seandainya besok kiamat, beliau akan tetap menanam pohon.

Mungkin sebagian kita sudah merasa bahwa telah terlambat didalam melakukan investasi. Kita berfikir seperti itu karena melihat faktor income dan juga waktu yang mungkin telah pendek. Tetapi sekali lagi, investasi itu adalah game psikologi kata Morgan Housel.

Apapun instrumennya, apakah itu emas, property, atau apapun itu, pastikan lebih dahulu bahwa investasi hari tua kita itu halal. Agar berkah tentunya.

Ohya, ada lagi investasi yang tidak kalah penting, bahkan ini yang paling penting. Yaitu investasi untuk akherat. Anak yang Sholeh, ilmu yang bermanfaat, dan amal jariyah. 3 amal ini tidak pernah terputus dan punya sifat compounding hingga tidak terhingga.